Gunung Tercantik di Bandung – Kalau kamu sedang mencari gunung tercantik di Bandung untuk melepas penat tanpa harus mengambil cuti terlalu panjang, Gunung Artapela bisa masuk ke dalam daftar yang wajib dipertimbangkan. Gunung yang berada di kawasan Kabupaten Bandung ini menawarkan hal berbeda loh.
Bukan hanya soal ketinggian atau tantangan treknya, daya tarik Artapela justru ada di lanskap terbukanya. Pendakiannya juga tidak membutuhkan waktu yang terlalu panjang. Aman untuk pemula atau orang-orang dengan waktu liburan yang singkat.
Bagaimana, tertarik? Namun sebelum memasukkan Artapela ke dalam itinerary, ada baiknya kamu mengenal karakter gunung ini terlebih dahulu. Yuk, kenalan lebih jauh!
Belum Kenal Soal Gunung Artapela Bandung? Yuk Kenalan Dulu

Gunung Artapela merupakan salah satu destinasi pendakian di Kabupaten Bandung dengan ketinggian sekitar 2.194 mdpl. Lokasinya berada di perbatasan Kecamatan Pangalengan dan Kertasari, Kabupaten Bandung.
Puncak gunung ini cukup populer dengan sebutan Puncak Sulibra. Dari atas puncak, kamu bisa menikmati lanskap perbukitan dan area perkebunan yang membentang luas. Karena karakter pemandangannya tersebut, Artapela sering menjadi pilihan bagi pendaki yang ingin mencari suasana alam terbuka tanpa pendakian berhari-hari.
Salah satu hal yang membuat Gunung Artapela unik adalah kondisi vegetasinya. Kalau membayangkan gunung di Indonesia, mungkin yang terlintas adalah jalur dengan pepohonan rapat di kanan-kiri. Nah, Artapela berbeda. Mulai dari area basecamp hingga mendekati Puncak Sulibra, vegetasinya cenderung terbuka.
Kondisi tersebut menjadi keuntungan sekaligus tantangan.
Keuntungannya, kamu bisa mendapatkan pemandangan luas hampir sepanjang perjalanan. Tidak banyak pohon tinggi yang menghalangi pandangan, sehingga hampir semua tempat cocok untuk berfoto.
Namun, karena jalurnya terbuka, paparan matahari juga terasa lebih kuat. Kalau mendaki saat siang, jangan sampai lupa membawa dan menggunakan sunscreen. Topi, kacamata hitam, serta pakaian yang bisa melindungi kulit juga akan membantu membuat perjalanan lebih nyaman.
Selain area perbukitan, kamu juga akan menemukan banyak perkebunan milik warga di sepanjang jalur. Ada perkebunan wortel, kol, kentang, dan berbagai tanaman lain yang menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat sekitar.
Karena berada dekat dengan lahan pertanian, jangan heran kalau sesekali kamu mencium aroma pupuk atau menemukan cukup banyak lalat di beberapa bagian jalur. Hal tersebut memang menjadi salah satu karakter perjalanan di Artapela yang perlu kamu antisipasi.
Baca juga: Dari Stasiun Bandung Mau ke Buah Batu? Ikuti Panduan Ini
Cara Naik Gunung Tercantik Artapela di Bandung Via Jakarta

Untuk kamu yang berangkat dari Jakarta, perjalanan menuju Artapela sebenarnya cukup memungkinkan dilakukan dalam satu rangkaian perjalanan singkat. Kalau menggunakan mobil pribadi, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung bisa memakan waktu sekitar 3–4 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan.
Sementara itu, kalau tidak ingin terlalu lelah karena menyetir jauh, kamu bisa menggunakan kereta menuju Bandung terlebih dahulu. Setelah sampai di Stasiun Bandung, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan mobil sewaan menuju lokasi pendakian.
Kalau membutuhkan kendaraan dengan sopir untuk perjalanan dari stasiun menuju lokasi trekking, kamu bisa melihat pilihan layanan di sewaalphardbandung.com.
Setelah sampai di area sekitar basecamp, kamu bisa sarapan terlebih dahulu sebelum memulai pendakian. Jangan lupa memastikan kebutuhan air minum, makanan, pakaian, serta perlengkapan lainnya sudah siap.
Berikut gambaran tahapan pendakiannya.
1. Urus Simaksi
Sebelum mulai mendaki, kamu perlu mengurus Simaksi atau izin masuk kawasan pendakian.
Berdasarkan informasi yang digunakan sebagai acuan perjalanan ini, biaya Simaksi berada di kisaran Rp20 ribu per orang. Selain itu, terdapat iuran sampah sekitar Rp5 ribu per tenda, sedangkan biaya parkir mobil sekitar Rp40 ribu.
Tetap siapkan uang tunai secukupnya karena biaya maupun aturan di lokasi dapat berubah. Sebaiknya cek kembali informasi terbaru kepada pengelola sebelum berangkat.
2. Jalur dan Alur Pendakian
Perjalanan awal akan membawa kamu melewati area rumah warga. Trek mulai terasa menanjak, tetapi pemandangan di sekitar jalur tetap indah, bahkan bisa mengingatkan kamu pada suasana Dieng, Wonosobo.
Kalau kamu pernah mendaki Gunung Prau melalui Patak Banteng, mungkin kamu akan cukup familiar dengan karakter pemandangan seperti ini. Jalur terbuka dengan lanskap perbukitan membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan karena mata tidak hanya melihat tanah dan bebatuan di depan kaki.
Setelah trekking sekitar dua jam, kamu akan sampai di Pos 2.
Tidak ada warung di titik ini. Jadi, kalau perut mulai keroncongan, kamu bisa memanfaatkan area tersebut untuk berhenti sebentar, beristirahat, sekaligus makan bekal yang sudah dibawa.
Dari Pos 2, perjalanan berlanjut melewati sebuah jembatan. Setelah itu, kondisi jalur mulai sedikit berbeda karena vegetasi di sekitarnya lebih tertutup. Kamu juga akan kembali menemukan perkebunan warga, termasuk area perkebunan wortel.
Di bagian inilah sebagian pendaki mungkin merasa kurang nyaman karena aroma pupuk cukup terasa dan jumlah lalat bisa lebih banyak. Namun, kalau kamu melihatnya dari sisi lain, area perkebunan tersebut justru sangat indah.
Setelah melewati area tersebut, perjalanan menuju puncak sebenarnya sudah tidak terlalu jauh. Dari bagian ini, kamu hanya perlu berjalan sekitar 200 meter lagi menuju Puncak Sulibra.
Secara keseluruhan, waktu pendakian dapat mencapai sekitar 3,5 jam, tetapi durasinya tentu bergantung pada kecepatan berjalan, kondisi fisik, jumlah istirahat, dan situasi jalur. Jangan terlalu terpaku pada angka tersebut. Dalam pendakian, menikmati perjalanan dan menjaga kondisi tubuh tetap aman jauh lebih penting daripada mengejar waktu.
3. Tempat Camp

Kalau ingin bermalam, area camping di Gunung Artapela cukup luas. Di sekitar area camp juga terdapat warung dan sumber mata air yang dapat membantu kebutuhan pendaki. Tetapi kalau tujuanmu adalah mendapatkan pemandangan pagi yang maksimal, ada satu hal yang harus diperhatikan: waktu.
Usahakan sekitar pukul 05.30 kamu sudah berada di area puncak. Semakin siang, kemungkinan kabut turun akan semakin besar. Bahkan sekitar pukul 09.00, kawasan puncak bisa kembali dipenuhi kabut sehingga panorama yang sebelumnya terbuka menjadi jauh lebih terbatas. Karena itu, jangan sampai sudah jauh-jauh datang tetapi malah melewatkan momen terbaik hanya karena terlambat keluar dari tenda.
Kalau ingin tektok atau mendaki tanpa menginap, sebaiknya mulai sejak subuh atau pagi-pagi sekali. Tujuannya agar kamu bisa sampai di atas ketika panorama masih terbuka dan punya waktu untuk turun sebelum kabut semakin tebal.
Baca juga: Cari Spot Bengong di Bandung? Nyantai Sore di Tempat Ini Aja
Turun di Stasiun atau Bandara? Sewa Mobil ke Artapela di Sini Aja

Kalau kamu datang dari luar Bandung menggunakan kereta atau pesawat, urusan transportasi dari titik kedatangan menuju lokasi trekking menjadi salah satu hal yang sebaiknya dipersiapkan lebih awal.
Daripada masih mencari kendaraan ketika sudah tiba di Bandung, kamu bisa melakukan booking terlebih dahulu melalui sewaalphardbandung.com.
Layanan ini menyediakan pilihan kendaraan dengan sopir untuk kebutuhan perjalanan keliling Bandung, termasuk pilihan seperti:
- Alphard
- Innova
- Hiace untuk rombongan dengan jumlah lebih banyak
Durasi sewa juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan. Misalnya, kamu hanya membutuhkan kendaraan untuk mengantar dari stasiun menuju lokasi pendakian. Kamu bisa melakukan satu kali pemesanan dengan durasi yang disesuaikan.
Namun, kalau ingin lebih fleksibel, kamu juga bisa membuat dua kali booking.
Booking pertama digunakan untuk mengantar kamu dari stasiun atau bandara menuju lokasi trekking gunung tercantik di Bandung seperti Artapela. Setelah itu, kendaraan tidak perlu menunggu selama kamu melakukan pendakian. Kemudian, kamu bisa membuat booking kedua untuk jadwal penjemputan setelah selesai trekking. Titik penjemputannya tinggal disesuaikan dengan lokasi yang sudah disepakati.
Cara seperti ini bisa menjadi pilihan kalau kamu tidak ingin membayar kendaraan untuk menunggu berjam-jam selama pendakian.
Lalu, mana yang lebih hemat?
Jawabannya kembali pada durasi perjalanan, jenis kendaraan, serta kebutuhan menunggu atau tidak. Karena itu, daripada langsung menebak, kamu bisa menanyakan simulasi harga kepada admin sewa mobil Bandung terlebih dahulu.
Dengan begitu, kamu bisa membandingkan apakah lebih ekonomis menggunakan satu kali sewa dengan kendaraan menunggu atau melakukan booking terpisah untuk keberangkatan dan kepulangan.
Mau coba booking atau tanya-tanya dulu? Whatsapp di bawah ini ya