Jl. Marga Asri No.11, Buahbatu, Bandung

Jajanan Bandung Dari Aci – Kalau membahas kuliner khas Bandung tapi jawabannya hanya batagor, siomay, atau surabi, berarti kamu mainnya kurang jauh nih. Di kota ini ada satu kelompok kuliner yang jadi jajanan harian masyarakat, dan terbuat dari aci!

Bagi masyarakat Jawa Barat, aci bukan sekadar tepung biasa. Bahan yang berasal dari pati singkong ini telah melahirkan banyak makanan unik dengan nama-nama yang terkadang terdengar lucu bagi orang luar daerah. Mulai dari cilok, cireng, hingga cipet, semuanya memiliki cerita dan karakteristik tersendiri.

Meskipun termasuk makanan yang sederhana, berbagai makanan berbahan aci justru semakin populer. Banyak di antaranya bahkan masuk daftar jajanan Bandung viral yang diburu wisatawan saat berkunjung ke Kota Kembang ini. 

Teksturnya yang kenyal, rasanya yang gurih, serta harganya yang relatif terjangkau membuat jajanan dari aci tetap bertahan di tengah gempuran makanan kekinian. Nah, kalau kamu penasaran jajanan Bandung apa saja yang terbuat dari aci, berikut daftar yang wajib kamu kenal.

5 Jajanan Bandung Dari Aci, Bisa Jadi Ide Usaha dan List Kulineran!

Ternyata cukup banyak jajanan Bandung yang terbuat dari aci. Beberapa bahkan sudah dikenal luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Berikut daftar yang menarik untuk dicoba.

1. Cilok dan Cireng

Cireng Jajanan Bandung Dari Aci
Cireng

Sulit membahas jajanan Bandung viral tanpa menyebut cilok dan cireng. Cilok merupakan singkatan dari aci dicolok. Nama tersebut berasal dari cara penyajiannya yang menggunakan tusuk bambu sehingga mudah disantap layaknya sate.

Bentuknya bulat dengan tekstur kenyal yang khas. Meskipun sederhana, cilok bisa terasa sangat nikmat ketika disiram bumbu kacang yang melimpah. Saat ini banyak juga variasi cilok isi ayam, daging sapi, hingga telur puyuh.

Sementara itu, cireng merupakan singkatan dari aci digoreng. Berbeda dengan cilok yang direbus, cireng diolah dengan cara digoreng hingga bagian luarnya terasa renyah. Yang membuat cireng begitu disukai adalah kombinasi teksturnya. Bagian luar garing, sedangkan bagian dalam tetap chewy atau kenyal.

Jika dulu cireng identik dengan sambal biasa, sekarang tren menikmati cireng dengan bumbu rujak semakin populer. Perpaduan rasa manis, asam, gurih, dan pedas dari bumbu rujak membuat cireng terasa semakin nikmat.

2. Bacil

Bacil merupakan singkatan dari baso cilok. Sesuai namanya, makanan ini menggabungkan karakteristik bakso dan cilok dalam satu sajian. Teksturnya cenderung lebih kenyal dibanding bakso biasa karena kandungan acinya cukup dominan. Saat digigit, sensasi kenyal tersebut berpadu dengan cita rasa gurih yang membuat banyak orang ketagihan.

Bacil biasanya disajikan dengan dua pilihan kuah yang cukup populer. Pertama adalah bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis. Kedua adalah kuah goang yang terkenal pedas. Bagi yang belum familiar, goang merupakan kuah pedas khas Sunda yang dibuat dari campuran cabai, bawang putih, kencur, dan berbagai bumbu lainnya. 

Saat ini bacil juga mulai banyak dimodifikasi dengan berbagai isian seperti daging cincang, keju, hingga cabai rawit untuk menambah sensasi saat disantap.

3. Jajanan Bandung dari Aci “Cipet”

Namanya memang terdengar unik. Cipet berasal dari istilah Sunda “aci ka jepet” yang secara sederhana dapat diartikan sebagai aci yang terjepit. Nama tersebut muncul karena proses pembuatannya yang melibatkan adonan aci yang dijepit atau diselipkan ke dalam bahan lain seperti tahu atau kerupuk.

Bentuknya mungkin terlihat sederhana, tetapi tekstur yang dihasilkan cukup menarik. Bagian luar sedikit renyah, sementara bagian dalam tetap kenyal khas aci.

Popularitas cipet meningkat cukup pesat beberapa tahun terakhir. Banyak penjual menambahkan aneka bumbu tabur seperti balado, keju, jagung bakar, hingga barbeque sehingga membuatnya semakin diminati anak muda.

Karena bahan bakunya relatif sederhana dan modal produksinya tidak terlalu besar, cipet juga sering dijadikan ide usaha kuliner rumahan.

4. Colenak dan Cirambay

Cirambay Jajanan Bandung Dari Aci
Cirambay Bandung

Dari sekian banyak jajanan khas Bandung, colenak mungkin menjadi salah satu yang memiliki nama paling menarik.

Colenak berasal dari istilah Sunda “dicocol enak”. Nama ini menggambarkan cara menikmatinya, yaitu dengan mencocol makanan ke dalam saus atau kuah pelengkap. Meski sering masuk daftar kuliner khas Bandung, colenak sebenarnya tidak terbuat dari aci. Bahan utamanya adalah peuyeum atau tape singkong yang dibakar kemudian disajikan bersama saus gula merah dan kelapa parut.

Banyak orang menyebut colenak sebagai salah satu sesepuh jajanan singkong di Bandung karena keberadaannya sudah sangat lama dan masih bertahan hingga sekarang.

Sementara itu, Cirambay berasal dari istilah “aci ngarambay”. Bentuknya menyerupai mie atau lembaran aci yang lebar dan panjang. Nama ngarambay sendiri memiliki makna mengalir atau menjuntai. Namun ada juga yang mengaitkannya dengan sensasi air mata yang mengalir saat menyantap cirambay karena tingkat kepedasannya yang luar biasa. Tak heran jika cirambay sering menjadi tantangan bagi pecinta makanan pedas.

5. Jajanan Bandung Cipuk

Terakhir ada cipuk atau aci kerupuk. Dibandingkan daftar sebelumnya, cipuk mungkin masih terdengar cukup asing bagi sebagian orang. 

Proses pembuatannya dimulai dengan menghancurkan kerupuk mentah yang kemudian direndam hingga lunak. Setelah itu kerupuk dicampur kembali dengan adonan aci dan berbagai bumbu sebelum dimasak. 

Karena teksturnya berbeda dari kebanyakan makanan berbahan aci, cipuk memiliki penggemar tersendiri di kalangan pencinta kuliner Bandung.

Baca juga: Mau Nikmatin Sarapan di Pinggir Sungai Bandung? Ini Tempatnya

Kenapa Jajanan Bandung Banyak Dari Tepung Aci? Fakta Unik

Cipuk Jajanan Bandung Dari Aci
Jajanan Cipuk

Kalau diperhatikan, sebagian besar jajanan Bandung viral ternyata menggunakan aci sebagai bahan utama. Ternyata ada alasan sejarah yang cukup panjang di balik fenomena tersebut. 

Dilansir dari berbagai sumber termasuk Universitas Pasundan (Unpas), masyarakat Sunda sudah mengenal pengolahan pati singkong menjadi tepung aci sejak sekitar 200 tahun lalu.

Di berbagai daerah Indonesia, aci juga dikenal sebagai tepung tapioka atau tepung kanji. Ketiganya sebenarnya merujuk pada bahan yang sama, yaitu pati yang diekstrak dari singkong.

Pada awal abad ke-20, masyarakat di beberapa wilayah Jawa Barat menghadapi keterbatasan pasokan beras. Kondisi tersebut membuat konsumsi singkong meningkat cukup signifikan sebagai alternatif sumber karbohidrat. Di sisi lain, kondisi iklim dan kesuburan tanah Jawa Barat sangat mendukung pertumbuhan tanaman singkong. Akibatnya, komoditas ini menjadi melimpah dan mudah ditemukan oleh masyarakat.

Kelimpahan singkong mendorong masyarakat Sunda untuk terus berinovasi mengolah hasil panen agar memiliki nilai tambah. Salah satu hasil inovasi tersebut adalah pembuatan tepung aci. Karena mudah diperoleh dan relatif murah, aci kemudian berkembang menjadi bahan dasar berbagai makanan yang kini menjadi identitas kuliner Jawa Barat, khususnya Bandung.

Tidak berlebihan jika mengatakan bahwa kreativitas masyarakat Sunda dalam mengolah aci telah melahirkan puluhan jenis makanan yang masih eksis hingga sekarang.

Baca juga: 3 Jajanan Bandung Viral yang Wajib Diburu Saat Long Weekend!

Mau Kulineran Jajanan Bandung dari Aci di Kota Ini? Yuk Sewa Mobilnya Dulu

Rental Mobil Bandung Dengan SupirRental Mobil Bandung Dengan Supir

Berburu kuliner di Bandung memang menyenangkan. Apalagi jika daftar tujuanmu cukup banyak dan tersebar di berbagai sudut kota.

Namun, jika kamu berangkat bersama rombongan atau lebih dari dua orang, menggunakan kendaraan roda dua akan tidak nyaman Selain harus menyewa lebih dari satu motor, koordinasi selama perjalanan juga bisa menjadi lebih merepotkan.

Karena itu, menyewa mobil dianggap pilihan yang lebih nyaman untuk wisata kuliner maupun wisata keluarga di Bandung. Dengan mobil, seluruh anggota rombongan dapat bepergian bersama tanpa perlu terpisah. Selain lebih praktis, perjalanan juga jadi lebih santai karena tidak perlu memikirkan cuaca atau kondisi lalu lintas yang padat.

Bagi yang belum terbiasa mengemudi di Bandung atau ingin lebih fokus menikmati perjalanan, bisa sewa mobil dengan supir. Banyak kok yang menyediakan opsi ini. 

Informasi harga sewa mobil plus sopir dengan sistem pembayaran bersih (all in) dapat dilihat melalui website sewaalphardbandung.com. Setelah proses booking selesai, sopir biasanya akan menjemput kamu di bandara, stasiun, atau lokasi yang telah disepakati sebelumnya.

Sebelum berangkat, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu rute perjalanan dan daftar destinasi yang ingin dikunjungi. Dengan begitu, durasi perjalanan dapat dihitung lebih akurat sesuai paket sewa yang dipilih. Jangan sampai kamu memilih paket sewa 12 jam, tetapi ternyata seluruh agenda wisata membutuhkan waktu hingga 18 jam. Bisa kena denda nanti!

Mau sewa mobil Bandung? Tanya-tanya aja di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!